Selasa, 27 Desember 2011

BAB III ( Individu, Keluarga dan Masyarakat )


Individu, Keluarga dan Masyarakat

Manusia pada dasarnya adalah mahluk hidup yang tidak bias hidup sendirian, dalam lingkungannya mereke juga memerlukan oranglain di sekitarnya. Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial. Dengan adanya naluri ini, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kehidupannya dan memberi makna kepada kehidupannya, sehingga timbul apa yang kita kenal sebagai kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Manusia sebagai mahluk individu karena manusia terkadang sulit untuk mengatur pola hidupnya. Kepribadian yang muncul terkadang membuat mereka bersifat spesifik. Istilah individu juga sering muncul dalam pembicaraan keluarga, namun didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya. Seringakli pula terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya.
Pertumbuhan individu biasanya lahir melalui proses perkembangan lahir batin. Menurut ahli psikologi pertumbuhaan adalah proses deferensiasi. pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan dan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada di sekitarnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:



  1. Pendirian Nativistik
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme

KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Keluarga biasanya memiliki peranan penting dalam perkembangan hidup manusia. Sejak lahir manusia sudah ditakdirkan memiliki keluarga untuk saling bisa membantu satu sama lain.
Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya :
  1. keluarga luas utrolokal, berdasarkan adapt utrolokal, terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak laki-laki maupun anak perempuan
  2. keluarga luas viriolokal, berdasakan adapt viriolokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga inti dari anak-anak lelaki
  3. Keluarga luas uxorilokal, berdasarkan adapt uxorilokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keuarga batih/inti anak-anak perempuan

Fungsi keluaraga bagi kehidupan manusia adalah sebagai bagian hidup dari manusia itu sendiri, karena manusia tidak dapat hidup sendiri maka manusia tersebut membutuhkan sebuah keluarga. Macam-macam fungsi keluarga yang lain adalah :





  1. Fungsi biologis
  2. Fungsi Pemeliharaan
  3. Fungsi Ekonomi
  4. Fungsi Keagamaan
  5. Fungsi Sosial

MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang tinggal di suatu wilayah dan menetap di wilayah tersebut baik secara permanen atau pun tidak. Masyarakat dalam kehidupannya adalah sekumpulan orang yang melakukan interaksi dengan masyarakat lain, untuk menjalin sikap ketentraman dalam lingkungan. Sering adanya konflik masyarakat dalam kehidupan manusia disebabkan karena faktor ketidakharmonisan dalam lingkungan, sehingga timbullah suatu pertengkaran antar lingkungan satu dengan lingkungan yang lain.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :
  1. Masyarakat sederhana, biasanya di bedakan berdasarkan jenis kelaminnya. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria.
  2. Masyarakat Maju, memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar