Rabu, 28 Desember 2011

BAB V ( Masalah Gizi Merupakan Dampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat )


Masalah Gizi Merupakan Dampak Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Masalah pemenuhan gizi sekarang mulai menjadi masalah besar bagi kesejahteraan pada masyarakat kalangan bawah. Pemenuhan bahan makanan bagi masyarakat kalangan kecil atau bawah sangatlah rendah. Banyak di antara mereka yang belum terpenuhi sandang, pangan bahkan papn untuk kesejahteraan hidup mereka. Hal ini timbul karena adanya perbedaan derajat antara masyarakat kalangan atas dengan masyarakat kalangan bawah. Selain itu pembangunan nasional sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena pembangunan nasional sangat erat kaitannya dengan pembangunan social budaya dan ekonomi yang sangat nyata. Sebagai contoh, tingkat pendidikan dan tingkat
pendapatan masyarakat yang meningkat akan diikuti oleh semakin meningkatnya
derajat kesehatan masyarakat. Sebaliknya, peningkatan derajat kesehatan dapat
meningkatkan tingkat kecerdasan dan tingkat pendapatan masyarakat.
Sehingga banyak tuntutan yang harus dipenuhi dalam era industri ini lebih besar bila
dibandingkan tuntutan pada era sebelumnya. Untuk memenuhi tuntutan tersebut,
sudah saatnya lah untuk lebih memusatkan perhatian pada upaya peningkatan
kualitas sumber daya manusia dalam kaitannya meningkatkan produktifitas kerja
dan salah satu upaya yang cukup mendasar adalah upaya peningkatan gizi pekerja.
Dengan meningkatkan gizi pekerja diharapkan daya tahan tubuh mereka akan
meningkat dan sebagai konsekwensinya akan meningkat pulalah produktifitas
kerjanya.
Gizi dan permasalahannya bagi masyarakat.

Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas dari pembahasan mengenai zat-zat
makanan atau nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Makanan yang bergizi adalah
makanan yang mengandung zat-zat nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh
dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain
zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan
pemeliharaan tubuh beserta semua fungsinya.
Kebutuhan akan zat-zat ini berbeda-beda dan perbedaan ini tergantung dari umur,
jenis kelamin, jenis pekerjaan ataupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Pada
wanita dewasa, kalori yang dibutuhkan berkisar antara 1.600 -2000 kilokalori,
sedangkan pria dewasa membutuhkan sekitar 2.500 -3.000 kilokalori setiap harinya.
Secara umum pengaruh gizi pada manusia sangatlah kompleks, antara lain dapat
berpengaruh terhadap perkembangan mental, perkembangan fisik, produktivitas dan
kesanggupan kerja yang mana kesemua ini sangatlah erat hubungannya dengan
perbaikan atau peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan demikian agar dapat melakukan kerja seoptimal mungkin sangatlah perlu diperhatikan kualitas makanan yang dimakan, hendaknyalah memakan makanan yang cukup mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh atau makanan yang berimbang (balanced diet).



Banyak masalah-masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat tidak adanya
keseimbangan gizi yang lebih dikenal sebagai akibat gizi salah. Gizi salah yang
diderita pada masa janin (dalam kandungan) dan masa anak-anak dapat
menghambat antara lain kecerdasan, motivasi, kesanggupan belajar. Selain itu, ada
dugaan bahwa gizi salah yang diderita pada masa janin dapat menimbulkan kelainan
kromosoma yang bisa berakibatkan pada perilaku abnormal ataupun kelainankelainan
yang akan bertahan selama hidup. Masalah lain yang dapat diakibatkan oleh
gizi salah ini adalah gangguan perkembangan Fisik.

Di Indonesia, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BPS melalui modul SUSENAS
tahun 1986, 1987, dan 1989 serta hasil survai Vitamin A tahun 1978 menunjukkan
adanya penurunan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk yang cukup bermakna. Pada
tahun 1978 prevalensi gizi kurang dan gizi buruk di Indonesia sebesar 15,9% yang
kemudian menurun hingga 10,5% pada tahun 1989. Demikian pula prevalensi
Kurang Energi Protein (KEP) berat juga mengalami penurunan dari 3% menjadi 1,4%
dalam kurun waktu yang sama. Sehingga banyak masyarakat yang terkena penyakit akibat kekurangan gizi.

Secara umum, permasalahan gizi dan pangan dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain faktor demografi seperti pertambahan jumlah penduduk, laju
pertumbuhan penduduk yang tinggi, besarnya proporsi penduduk usia muda,
penyebaran penduduk yang tidak merata, perubahan susunan penduduk, faktor
sosial ekonomi dimana terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat,
meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi yang secara baik langsung berpengaruh
pada pendapatan keluarga dan adanya perbedaan derajat kehidupan masyarakatnya. Selain itu, faktor lain yang berpengaruh pada masalah gizi dan pangan adalah perkembangan IPTEK dimana terjadinya arus moderenisasi yang membawa banyak perubahan pada pola hidup masyarakat termasuk pada pola makannya.

Derajat kesehatan yang baik mempunyai dampak positif yang langsung terhadap
laju pembangunan. Rakyat yang semakin sehat, bukan hanya merupakan tujuan
tetapi juga sarana agar laju pembangunan dapat dipercepat. Derajat kesehatan yang
makin baik akan meningkat produktifitas tenaga kerja yang baik pula.
Untuk mengatasi masalah gizi tersebut juga butuh perhatian dari pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan kehidupan masyarakat yang kekurangan gizi. Serta menyelenggarakan program sumbangsih pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat kalangan bawah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar