welcome


Minggu, 06 April 2014

Bibliografi dan contohnya




Pengertian Bibliografi
Kata bibliografi  berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis) atau kegiatan teknis dalam membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Penyusunan Bibliografi

a.       Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.       Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c.        Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.       Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.        Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Jenis-Jenis Bibliografi

Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1.       Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak 
yang tertulis.
2.       Bibliografi evaluatif: 
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.


Cakupan Bibliografi
 
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.       Bibliografi retrospektif :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. 
Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
2.       Bibliografi terkini/current :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini.
Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
3.       Bibliografi selektif
yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu.
Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
4.       Bibliografi subjek :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
5.       Biliografi nasional :
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
-       Permintaan pengguna
-       Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
-       Dokumentasi koleksi yang dimiliki
-       Mandat instansi

Bagian-bagian Bibliografi

Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
·         Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
·         Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
·         Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada
·          Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
·          Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan
·         Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak
·         Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan  
           pemilih bahan pustaka, dan sebagainya

Unsur-unsur penulisan Bibliografi
1.      Nama penulis/pengarang
Nama penulis yang lebih dari satu kata, ditulis nama akhirnya diikuti dengan tanda koma, kemudian nama depan yang diikuti nama tengah dan seterusnya,
Contoh:
Nama: Arif Arya, ditulis Arya, Arif.
Nama: Ary Ginanjar Agustian, ditulis: Agustian, Ary Ginanjar.
Nama: Adi W. Gunawan, ditulis, Gunawan, Adi W.
-       Nama penulis yang menggunakan singkatan
Nama penulis yang menggunakan singkatan, ditulis nama akhir yang diikuti tanda koma,
kemudian diikuti dengan nama depan lalu nama berikutnya,
Contoh:
Nama: Tina G, ditulis aslinya
Nama: Tina G Sanjaya ditulis Sanjaya, Tina G.
Nama: William D. Ross Jr, ditulis: Ross, William. D. Jr.
-       Nama penulis dua orang
Nama kedua nama pengarang itu dicantumkan dengan membalikkan nama pengarang pertama.
Contoh :
Doni Gultom dan Riko Cahyadi, ditulis Gultom, Doni, dan Riko Cahyadi.
-       Nama penulis untuk dua atau tiga pengarang
cara penulisannya adalah dengan cara menuliskan nama pengarang pertama,dan nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalik
Contoh :
Ahmad Dahlan, J.S. Badudu dan Sugandi menjadi Dahlan, Ahmad, J.S. Badudu, dan Sugandi.
-       Buku dengan banyak pengarang
Cara penulisannya dengan cara menuliskan nama pengarang pertama dengan susunnanya dibalik, untuk menggantikan nama-nama pengarang lainnya cukup dipergunakan singkatan et al (et alii) yang berarti dll atau dapat menggunakan singkatan dkk (dan kawan-kawan)
Contoh :
Edi cahyono, Imam Arifin, Budiono, Sudirman cara penulisannya menjadi Cahyono, Edi,dkk.
-       Jika beberapa buku ditulis oleh pengarang yang sama
Cara penulisannya adalah  nama penulis pada urutan pertama ditulis, kemudian nama penulis pada urutan kedua dan seterusnya diganti dengan garis delapan ketukan.
Contoh :
Ismail, Taufik. 2002.
__________  . 2002.
2.      Cara penulisan tahun terbit
-       Penulisan tahun terbit diletakkan sesudah nama pengarang, dipisahkan dengan titik dan diakhiri pula dengan titik.
Contoh :
Kridalaksana, Harimurti. 1990.
-       Apabila beberapa buku ditulis oleh seorang pengarang, urutan penyusunanaya berdasarkan tahun terbit yang terdahulu.
Contoh :
Rinaldi, Bayu.1991.
__________ . 1998.
-       Apabila beberapa buku ditulis oleh seorang penulis, dengan kesamaan tahun, di belakang tahun itu harus ditandai huruf a dan b sebagai pembeda. Urutannya diutamakan pada huruf pertama judul buku.
Contoh : Rosidi, Ajib. 1990 a.
_________. 1990 b.
-       Apabila buku itu tidak bertahun, di belakang nama pengarang haruslah dicantumkan frasa Tanpa Tahun.
Contoh :
Aminudin. Tanpa Tahun.
3.      Penulisan judul buku
Penulisan judul buku diletakkan setelah tahun terbit dan dicetak miring atau digarisbawahi tanpa tanda petik.
Contoh :
Ari, Setiawan. 1997. Keterampilan Tangan.
Apabila judul itu adalah judul yang belum pernah dipublikasikan, seperti skripsi, tesis, disertasi, judul itu tidak perlu dicetak miring atau digaris bawahi, tetapi cukup diberi tanda petik.
Contoh :
Parera, Jos. 1980. “Fonologi Bahasa Gorontalo.” Skripsi Sarjana Sastra Universitas Indonesia, Jakarta.
4.      Penulisan tempat terbit
Penulisan tempat terbit (kota) diletakkan sesudah judul dan diakhiri dengan titik dua.
Contoh : Pusposaputo, Sarwono. 2001.Kamus Peribahasa. Jakarta:
5.      Penulisan nama terbit
-       Penulisan nama penerbit dicantumkan   sesudah nama tempat terbit.
Contoh :
Marahimin, Ismail. 1996. Menulis secara Populer. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya.
-       Jika lembaga yang menerbitkan buku itu langsung dijadikan pengganti nama pengarang (karena nama pengarang tidak ada), nama penerbit itu tidak perlu disebutkan lagi sesudah tempat terbit.
Contoh :
Lembaga Bina Persada. 1996. Ensiklopedi Penerbitan Indonesia. Bandung.
6.      Surat kabar atau majalah
Unsur-unsur yang perlu dicantumkan untuk referensi dari surat kabar atau majalah adalah:
a.       Nama Pengarang (jika ada)
b.      Untuk artikel yang tidak disertai nama   pengarang (anonim) maka dicantumkan Judul Artikel dalam tanda kutip, yang diikuti dengan keterangan dalam kurung siku ([]) tentang jenis tulisan seperti berita atau tajuk
c.       Nama Surat kabar/Majalah   (dengan huruf miring) dan
d.      Data Penerbitan, yakni: nomor, bulan dan tahun, kemudian halaman-halaman dimana artikel itu dimuat.
Contohnya:
Suryohadiprojo, Sayidman. “Tantangan Mengatasi Berbagai Kesenjangan.” Republika, No. 342/II, 21 Desember 1994, hal. 6-8.
“PWI Berlakukan Aturan Baru.” [Berita]. Republika, No. 346/II, 28 Desember 1994, hal. 16.
Sanusi, Bachrawi. “Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi.” Panji Masyarakat, No. 808, 1-10 Nopember 1994, hal. 30-31 dan 45.
       7.  Buku terjemah
a.       Nama pengarang asli yang diurutkan dalam urutan alfabetis.
b.      Keterangan tentang penterjemah ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan sebuah  tanda koma.
Contoh :
Multatuli.1972. Max Havelaar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin, Jakarta : Djambatan.
8.      Antologi (Sebuah Kumpulan Bunga Rampai)
Contoh: 
Jassin,H.B.ed. 1969. Gema Tanah Air, Prosa dan Puisi. 2 jld. Jakarta : Balai Pustaka.
9.      Penulisan dari internet
Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal  dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
-       Nama Pengarang
-       Tanggal revisi terakhhir
-       Judul Makalah
-       Media yang memuat
-       URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file
-       Tanggal akses
Contoh :
Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch, [online],   (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses tanggal 25 Juli 2008 )

Contoh Bibliografi dari buku :


Sumber :