Senin, 21 Oktober 2013

Pentingnya tata bahasa Indonesia dalam penulisan



Dalam penulisan suatu kerangka karangan haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun tidak semua karangan menggunakan ragam bahasa yang baik dan benar.
Tujuan dari penulisan tersebut adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulis sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah.

Naratif

Sebuah penulisan ilimiah sebaiknya mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam penulisan ragam bahasa, ejaan, diksi atau pemilihan kata,kalimat,alinea dan pengembangannya,perancangan penulisan karangan ilmiah, kerangka karangan,kutipan dan catatan kaki, serta abstraksi dan daftar pustaka harus ada pada setiap penulisan ilmiah.

Suatu penulisan dapat memperhatikan bagaimana ragam bahasa yang terkandung dalam penulisan tersebut, ragam bahasa ini dimaksudkan untuk memperjelas bagaimana varisai bahasa Indonesia pada  suatu karangan ilimiah tersebut. Ragam bahasa sendiri memiliki makna yaitu variasi bahasa atau tuntutan pemakaian yang berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/ medium pembicaraan, dan sebagainya. Adanya ragam bahasa Indonesia disebabkan oleh perkembangan masyarakat (konteks sosial). Dalam dalam teknik pengungkapannya, ragam bahasa terbagi menjadi 2 yaitu, ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Variasi dalam bahasa Indonesia pun dibagi menjadi empat bagian yaitu :
- Variasi bahasa dari segi penutur
- Variasi bahasa dari segi pemakaian
- Variasi bahasa dari segi keformalan

Selain ragam bahasa, ejaan pun sama pentingnya seperti ragam bahasa, karena ejaan yang benar adalah ejaan yang disempurnakan. Seringkali pada sebuah penulisan seseorang cendurung tidak memerhatikan ejaan yang benar dalam penulisan ilmiah, contohnya kalimatnya seperti

 Saya tinggal di Bekasi”. Kalimat ini bisa jadi mempunyai minimal 2 arti. Arti yang pertama adalah saya meninggalkan sesuatu barang di Bekasi, sedangkan arti yang kedua adalah saya bertempat tinggal di Bekasi. Jika kalimat tersebut ditulis menggunakaan ejaan sesuai aturan dalam bahasa tulis, seharusnya secara lengkap ditulis: Saya bertempat tinggal di Bekasi, atau Saya meninggalkan sesuatu milik saya di Bekasi.

Ejaan dan bahasa tulis sangat terkait dalam suatu penulisan ilimiah, karena Ejaan berfungsi untuk membantu pemahaman pembaca dalam menanggapi dan memahami sebuah informasi yang diterimanya dalam bentuk tulisan. Kemudian selain itu diksi atau pemilihan kata dan kalimat pun sangat terpengaruh pada penulisan ilmiah, ini dikarenakan adanya suatu pemilihan kata dalam suatu kalimat harus tepat dan jelas, sehingga gagasan yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut dapat diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi dalam suatu kalimat penulisan pun dapat membuat pembaca atau pendengar menegrti secara benar dan tidak salah paham terhadapa apa yang disampaikan oleh pembicara ataupun si penulis. Sedangkan suatu kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap, dan diakhiri dengan tanda titik (.) , koma (,) , tanda tanya (?) dan tanda seru(!). Kalimat dalam sebuah penulisan pun dapat menggambarkan suatu ekspresi dalam penulisan, apakah kalimat ini termasuk kalimat ajakan atau kalimat pertanyaan. Dalam suatu kalimat pun terdapat subjek (S) dan predikat (P) jikan tidak memiliki kedua unsur tersebut bukan lah kalimat, melainkan sebuah frasa.

Dalam penulisan ilmiah alinea dan pengembangannya menurut saya pun perlu, karena setiap penulisan pasti memiliki paragraf-paragraf di alinea tertentu. Adanya alinea pun dapat mempermudah pembaca untuk dapat menentukan gagasan atau pokok pikiran utama dalam penulisan ilmiah tersebut. Perancangan penulisan karangan ilmiah digunakan untuk mempermudah para penulis dalam menuliskan suatu karangan ilmiah mereka, perancangan ini dapat berupa kerangka karangan untuk menyusun suatu karangan ilmiah yang baik dan benar.

Selain unsur diatas kutipan dan catatan kaki mungkin tidak selalu ada dalam suatu panulisan ilmiah, kutipan dan catatan kaki hanya ada di sebagian penulisan ilmiah saja, seperti penulisan buku dan penulisan yang mengutip dari sumber atau buku oranglain untuk memeperoleh informasi. Namun pada jaman ini catatan kaki jarang terlihat pada suatu penulisan ilmiah. Yang terakhir pada pembahasan ini adalah adanya abstrak dan daftar pustaka. Pada penulisan ilmiah abstrak dan daftar pustaka sangat di butuhkan dalam penulisan ilmiah. Contoh abstrak pada penulisan ilmiah adalah :

Pada saat sekarang ini, banyak teknologi yang menawarkan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu teknologi tersebut adalah smartphone yang memiliki berbagai fitur canggih seperti music, video, kamera, permainan dan  internet. Namun pada saat sekarang ini berbagai fitur yang ditawarkan, sedikit sekali  fitur yang dapat menunjang pendidikan untuk para pelajar bahkan nyaris tidak ada. Dengan aplikasi Sistem Pencernaan Manusia ini, akan menambah fitur yang dapat menunjang pendidikan para pelajar. Karena aplikasi Sistem Pencernaan Manusia ini menyediakan fitur yang berfungsi untuk mengenal bagaimana fungsi Sistem Pencernaan, serta Bagaimana menjaga agar tubuh terhindar dari berbagai penyakit.

Abstrak digunakan oleh penulis untuk membuat pendahuluan atau pengenalan suatu objek yang penulis amati dalam pembuatan penulisan ilmiah. Suatu abstrak dapat dibuat sesuai dengan tema dan judul penulisan tersebut mengenai objek seperti apa. Selain itu daftar pustaka pun di perlukan untuk mengetahui dari mana biasanya si penulis mengutip atau mendapatkan informasi dalam penulisan ilmiah tersebuat. Daftar pustaka bisa berupa alamat website, buku, majalah dan lain sebagainya. Daftar pustaka biasanya digunakan penulis untuk mencegah adanya plagiat atau memfotocopy tulisan oranglain.

Lalu pertanyaannya ?


Mampukah menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan dan tulisan sesuai dengan tujuan pembahasan ini ?
Menurut saya sendiri kita sebagai penulis harus mampu untuk menciptakan penulisan ilmiah yang baik dan benar dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar pembaca atau pendengar dapat menilai baiknya suatu tulisan atau karangan yang kita buat. Unsur tersebut pun sangat berguna dan harus ada pada setiap penulisan ilmiah, agar karangan ilmiah kita tersusun dengan tepat, rapi dan selaras (sesuai keinginan) dan mendapatkan respon yang sangat baik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar