Senin, 21 Oktober 2013

APEC dan Indonesia

APEC dan Indonesia

Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang didirikan tahun 1989 dan beranggotakan 21 perekonomian memiliki peranan yang semakin penting pada perekonomian dunia. Oleh karena itu, APEC Economy Leader’s Week dan beberapa pertemuan terkait yang akan diselenggarakan pada 1-8 Oktober 2013 di Bali akan mendapatkan banyak perhatian masyarakat internasional.
APEC merupakan kekuatan ekonomi dunia utama saat ini karena menjadi tempat tinggal bagi 40 persen pendudukdunia, menguasai 44 persen perdagangan dunia, dengan kekuatan ekonomi 55 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.  Peran APEC didunia semakin penting ditengah gejolak pasar keuangan yang dialami perekonomian-perekonomian yang tengah bertumbuh (emerging economies) serta melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu, kontraksi ekonomi Eropa masih berlanjut, demikian juga ekonomi Amerika Serikatmasih menghadapi banyak masalah, sehingga peran APEC dalam pemulihan ekonomi sangat penting. Stabilitas ekonomi dunia ditentukan oleh keerhasilan ekonomi APEC menjaga stabilitas ekonominya. Semua perhatian dunia akan tertuju ke Bali awal Oktober ini.

APEC penggerak ekonomi dunia ?

            Kekuatan ekomoni APEC  yang besar didunia membuat maju mundurnya ekonomi dunia bergantung padamaju mundurnya ekonomi APEC. Apalagi data dari Sekretariat APEC menunjukkan bahwa sejak APEC berdiri tahun 1989 hingga tahun 2000 total perdagangan internasional anggota APEC meningkat lima kali dari 3,1 triliun dollar AS menjadi 16,8 triliun dollar AS. Lapangan kerja yang tercipta dikawasan APECdari 1999 hingga 2001 sebesar10.8 persen, dan kemiskinan turun 35 persen pada periode yang sama. Dari data tersebut terlihat jelas bahwa ekonomi kawasan APEC berkembang dengan cepat dan semakin makmur  karena didukung oleh meningkatnya perdagangan sesama anggota APEC karena turunya tarif rata-rata dari 17 persen menjadi 5,8 persen dari tahun 1989 ke tahun 2010. Selain itu, biaya transaksi dalam perdagangan juga turun 5 persen pada periode2007-2010. Demikian juga investasi, baik langsung maupun portofolio, sesama anggota APEC juga semakin besar. Kerja sama ekonomi antar anggota APEC semakin meningkat dengan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun 7,39 persen dari 2003 hingga 2012. Demikian juga nilai perdagangan internasional  APEC  meningkat  11,69 persen rata-rata per tahun pada periode yang sama, sementara nila perdagangan dunia tumbuh rata-rata 11,44 persen pada periode yang sama.
            Kawasan APEC yang dinamis dan berkembang pesat akan terus berkembang karena memiliki komitmen untuk mengurangi hambatan perdagangan dan investasinya. APEC telah mendeklarasikan Bogor Goals yang di canangkan pada 1994 di Bogor untuk mencapai pasar yang bebas dan terbuka dalam perdagangan dan investasi dengan target waktu tahun 2010 untuk negara-negara maju dan tahun 2020 untuk negara-negara berkembang. Bogor Goals menjadi tonggak penting dalam liberalisasi aliran barang, jasa, dan modal dikawasan APEC dalam rangka integrasi ekonomi APEC. APEC Leaders concluded that while more work remains to be done, significant progress has been made toward achieving the Bogor Goals yang disebutkan oleh Sekretariat APEC. Terlihat jelas bahwa hambatan perdagangan barang jasa, dan modal telah dipangkas di kawasan APEC, meningkatkan arus perdagangan barang, jasa, dan kapital, yang pada akhirnya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat APEC.
            Kawasan APEC yang dinamis dan berkembang pesat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan memangkas hambatan yang ada. Dengan demikian, kerja sama ekonomi khususnya dalam perdagangan barang, jasa dan modal akan semakin meningkat. Oleh karena itu, perekonomian APEC diperkirakan akan tetap berkembang pesat pada masa mendatang sehingga kekuatan ekonomi APEC di dunia akan semakin meningkat dan semakin penting, APEC tetap akan dominan dalam perekonomian dunia dan menjadi motor penggerak ekonomi dunia.

Peran APEC bagi indonesia

            Indonesia sebagai salah satu pendiri APEC memiliki peranan yang penting dalam menentukan arah APEC ke depan. Apalagi pada tahun ini Indonesia menjadi ketua APEC sehingga diharapkan bisa memainkan peranan yang penting seperti pada tahun 1994 yang berhasil membuat deklarasi  Bogor Goals. Mudah-mudahan muncul  Deklarasi Bali ini dapat menjadi tonggak penting peningkatan kerja sama APEC awal Oktober yang akan datang.
           

Peran APEC bagi Indonesia adalah penting karena perkembangan ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi APEC (perdagangan Indonesia dengan sesama negara APEC lebih besar dibandingkan dengan negara-negara non-APEC) sehingga masa depan ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi APEC. Untuk itu, Indonesia harus bisa menjaga agar perkembangan APEC kedepan akan terus pada jalurnya (on track), Indonesia perlu menjaga agar perkembangan kerja sama di APEC selaras dengan kepentingan Indonesia.

            Demikian juga Indonesia harus bisa memanfaatkan berbagai kerja sama dalam APEC agar berbagai skim kerja sama yang ada menguntungkan baik dalam ekonomi, sosial, maupun pariwisata. Meskipun neraca perkembangan  intra APEC kita masih surplus, angkanya semakin mengecil, itupun karena banyak tertolong ekspor sumber daya alam.

            Jangan ulang kesalahan manajemen kita dalam menghadapi Kawasan Pedagangan Bebas ASEAN (AFTA) yang diimplementasikan 2010, di mana kinerja perdagangan internasional kita yang dulu surplus dengan ASEAN dalam beberapa tahun terakhir ini selalu defisit dengannilai yang cenderung meningkat.  Selain itu, diseminasi berbagai skim kerja sama APEC yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat ataupun pengusaha perlu ditingkatkan agar berbagai skim yang ada bisa di manfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, keikutsertaan Indonesia di APEC akan memberi manfaat yang besar bagi Indonesia. Indonesia  mestinya juga bisa memanfaatkan kesempatan Leader’s Meeting Bali untuk menjual Indonesia, meningkatkan pariwisata ataupun investor dari APEC. Semoga Leader’s Meeting di Bali sukses ^^



Sumber::
Kompas, Senin 30 September 2013
Dikutip oleh Sri Adiningsih
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Direktur P2EB UGM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar