Senin, 21 Oktober 2013

Kutipan,Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka ?


Kesimpulan dari Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka
                   
Dari materi dan contoh-contoh penulisan catatan kaki, kutipan, dan daftar pustaka di atas, dapat kita simpulkan bahwa ketiganya memiliki keterhubungan satu sama lain. Penulisan kutipan dapat berupa catatan kaki, begitu pula sebaliknya seperti contoh berikut (buku Sejarah Para Khalifah halaman):
“Hulagu Khan membunuhnya dengan lebih bengis setelah lebig dulu menitisnya atas penghianatan
terhadap orang
  yang lebih memberinya kenikmatan yaitu sang Khalifah”.

Sejarah Daulat Abbasiyah, jilid III, halaman 308 dengan penyesuaian bahasa seperlunya.
Secara umum, contoh diatas adalah berupa kutipan yang diambil dari buku Sejarah Daulat Abbasuyah jilid III halaman 308. Namun secara penulisan dan penjelasan tentang “dengan penyesuaian bahasa seperlunya” merupakan catatan kaki. Jadi, dapat dikatakan bahwa kutipan merupakan bagian dari catatan kaki itu sendiri.
Selain itu, mengutip dari suatu sumber kita harus menambahkan sumber tersebut dalam daftar isi. Karena itu, sumber kutipan juga merupakan bagian dari daftar isi.
Contohnya pada buku Sejarah Para Khalifah terbitan Pustaka Al-Kautsar 
 mengutip sebuah kalimat dari buku Sejarah Daulat Abbasiyah jilid III halaman 308. Maka dalam daftar pustakanya dapat kita temukan : 
Sejarah Daulat Abbasiyah III : Joesoef Sou’yb, Jakarta : Bulan Bintang, Cetakan Pertama, 1977 M.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar