welcome


Selasa, 07 Mei 2013

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran


PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Seperti yang kita ketahui bahwa penentu harga dan penawaran sangat berperan penting di dalam ekonomi, pemasaran dan penjualan. Pada bab ini saya akan membahas beberapa pengertian serta penjelasan lebih lanjut tentang penentu harga permintaan dan penawaran.

PENENTUAN  HARGA
Harga adalah suatu nilai tukar dari produk, barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan tersebut.
harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Sehingga terjadilah transaksi antara penjual dan pembeli.



TUJUAN PENENTUAN HARGA

v  Mendapatkan keuntungan besar.
v  Mempertahankan perusahaan.
v  Meraih ROI (Return On Investment).
v  Menguasai Pangsa Pasar.
v  Mempertahankan status quo.


PENDEKATAN DALAM PEMBENTUKAN HARGA

Pendekatan dalam pembentukan harga ditentukan oleh tiga faktor yaitu :

1.      pendekatan supply dan demand

Interaksi antara supply dan demand merupakan proses tawar menawar yang tidak terlihat dan informal yang secara terus menerus untuk menegosiasikan jumlah produk yang akan dibuat atau dikonsumsikan pada tingkat harga tertentu. Pada saat tingkat harga tinggi, produsen akan mau menghasilkan banyak produk dan jika tingkat harga yang rendah akan mengkonotasikan tingkat penawaran yang rendah.
Demand adalah kualitas barang yang akan dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Harga yang tinggi akan menyebabkan konsumen akan mencari produk alternatif. Sebaliknya, harga yang rendah akan mendorong konsumen membeli lebih banyak. Pendekatan ini bisa berjalan untuk pasar keseluruhan, tapi sulit dijalankan untuk suatu produk individual.

2.      pendekatan yang berorientasi ke biaya

Pendekatan ini dilakukan dengan menjumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang ditambah biaya untuk jasa yang terkait, biaya overhead, dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Dalam pendekatan yang berorientasi pada biaya ini, ada dua macam pendekatan yang bisa digunakan yaitu :
-          mark up pricing.
-          break-even analysis.
Mark up pricing dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang terkait dalam suatu produk kemudian ditentukan markup untuk menutupi biaya dan tingkat keuntungan yang diinginkan.

3.      pendekatan pasar

Pendekatan ini mengasumsikan bahwa variabel dalam pasar mempengaruhi harga. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Politik, Sosial, budaya, persepsi Individu, persaingan, waktu, serta good will.


STRATEGI PENENTU HARGA

Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan dalam strategi penentuan harga yang dipakai adalah : sasaran perusahaan, tahapan produk dalamproduct life cycle (daur ulang suatu produk), dan kondisi persaingan.
Beberapa strategi yang bisa digunakan antara lain :
a)      Skimming Pricing yaitu penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki pasar.
b)      Penetraling Princing yaitu penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan mendapatkan pangsa pasar baru.
c)      Ood Princing yaitu penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah tertentu.
d)     Follow The Leader Princing yaitu penentuan harga didasarkan pada harga yang ditentukan pemimpin pasar.
e)      Price Lining yaitu penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk yang berbeda dan jenis produk tertentu.
f)       Relative Princing yaitu penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama, atau lebih kecil dari pesaing.
g)      Psychological Princing yaitu praktek pemasaran didasarkan pada teori bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis.
h)      Multiple Unit Princing yaitu Akan mendapatkan harga lebih murah jika membeli dalam jumlah besar.
i)        Leader Princing yaitu Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar
j)        Price Dicount yaitu pemotongan berdasarkan persentase dari harga yang telah ditetapkan.

PERMINTAAN
Pengertian permintaan adalah sejumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. Hukum permintaan berbunyi :

apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang.

Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:


  • naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen
  • berkurangnya jumlah permintaan naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

FUNGSI PERMINTAAN
persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Qd = f (Pq, Ps.i, Y, S, D)
RUMUS PERMINTAAN :
                                                                                                          

Ket:

§  Qd       :           Jumlah barang yang diminta

§  Pq        :           harga barang itu sendiri

§  Ps.i      :           harga barang pengganti(subtitusi)

§  Y         :           Pendapatan

§  S          :           selera

§  D         :           jumlah penduduk


Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurva permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
·         Harga barang itu sendiri
semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta. Sehingga harga barang tersebut sangat berpengaruh pada permintaan itu sendiri.
·         Harga barang – barang subtitusi
Konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan, barang-barang subtitusi bisa disebut juga barang pengganti atau untuk menghemat biaya penggunaan yang relatif mahal.

·         Pendapatan rumah tangga atau pendapatan masyarakat
Orang yang punya gaji dan tunjangan yang besar maka dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya sehingga tidak terlalu banyak pengeluarannya.

·         Selera dan prilaku seseorang atau masyarakat
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. contohnya, sekarang ini banyak orang yang mencari Ponsel berbasis android yang sedang pemakaiannya sedang trend sekarang ini, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan barang tersebut akan meningkat.

·         Jumlah penduduk
Pertambahan penduduk akan mempengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

MACAM – MACAM PERMINTAAN

1)      Permintaan menurut daya beli

Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.
-          Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
-          Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut.
-          Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan.

2)      Permintaan menurut jumlah subjek pedukungnya
Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif.
-          Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
-          Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar.

PENAWARAN
Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. Hukum penawaran berbunyi :

bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dimana jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN

a)   Harga itu sendiri
semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta. Sehingga harga barang tersebut sangat berpengaruh pada penawaran itu sendiri.

b)      Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi)
Permintaan barang akan berkurang jika ada harga barang pesaing yang lebih murah, jadi penawaran pun harus dikurangi supaya bisa menutupi kekurangan dalam permintaan suatu barang.

c)      Biaya produksi
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.

d)   Tujuan-tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

e)  Pajak
Tinggi nya pajak akan mempengaruhi kestabilan harga suatu barang, jadi jika pajak tinggi maka barang pun otomatis harganya akan lebih tinggi dan permintaan konsumen akan berkurang dan sebaliknya jika pajak rendah maka harga barangpun akan sedikit lebih murah.

f)    Tingkat teknologi yang digunakan
Adanya kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.

g)    Perkiraan harga barang di masa datang
Apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.


FUNGSI PENAWARAN

Fungsi penawaran adalah suatu persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang (sumbu X) yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga (sumbu Y).
Rumus Kurva Penawaran :

Qs = f(Pq, PI.i, C, O, T)
 


Ket :
-          Qs        :           jumlah barang yang ditawarkan
-          Pq        :           harga barang itu sendiri
-          Pl.i       :           harga barang-barang lain (i = 1,2, ….,n)
-          O         :           tujuan-tujuan perusahaan
-          T          :           tingkat teknologi yang digunakan. 


contoh kasus

Liputan6.com, Jakarta: Kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BBM baru akan dimulai 1 April mendatang. Tapi dampaknya sudah terasa sekarang. Harga-harga berbagai kebutuhan pokok naik. Padahal belum disetujui DPR. Demikian informasi yang dirangkum SCTV, Kamis (8/3).
Pemerintah memang mau tak mau mengusulkan kenaikan harga BBM. Sebab jika tidak biaya subsidi bakal melonjak menjadi Rp 191 triliun tahun ini. Perubahan harga ini dipicu harga minyak mentah yang mencapai US$ 118 dollar per barrel. Kalau ada kenaikan BBM pasti itu pilihan terakhir, pilihan yang pahit. Persoalannya adalah sekarang bagaimana agar masyarakat yang terkena dampak itu kita lindungi buruh, petani, nelayan, masyarakat rentan, UMKM,” tutur Menko Perekonomian Hatta Radjasa.
Menyikapi situasi ini pemerintah menyatakan memiliki program untuk menekan dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat miskin. Kompensasi ini nantinya akan berupa bantuan langsung sementara masyarakat sebesar Rp 150 ribu per keluarga. Dana dibagikan untuk 18 setengah juta keluarga miskin dengan anggaran Rp 25,6 triliun.
Kedua berupa tambahan subsidi beras miskin selama dua bulan. Anggarannya sebesar Rp 5,3 triliun. Ketiga subsidi berupa penambahan jumlah beasiswa untuk pelajar dari keluarga miskin dengan anggaran Rp 3,4 triliun. Kemudian keempat subsidi bagi angkutan umum massal seperti kapal penumpang, kereta api, serta bus umum sebesar Rp 5 triliun.
Pengamat Ekonomi Didik J. Rachbini menilai bengkaknya subsidi BBM saat ini adalah buah dari lemahnya peran negara menentukan alokasi anggaran. “Karena salah kaprah dalam kebijakan BBM yang ragu-ragu atau momentumnya hilang. Dan salah kaprah APBN-nya menjadi hancur dan tidak mempunyai kapasitas untuk membangun infrastruktur,” jelas Didik.(AIS).





Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar