Senin, 21 Oktober 2013

Kutipan,Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka ?


Kesimpulan dari Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka
                   
Dari materi dan contoh-contoh penulisan catatan kaki, kutipan, dan daftar pustaka di atas, dapat kita simpulkan bahwa ketiganya memiliki keterhubungan satu sama lain. Penulisan kutipan dapat berupa catatan kaki, begitu pula sebaliknya seperti contoh berikut (buku Sejarah Para Khalifah halaman):
“Hulagu Khan membunuhnya dengan lebih bengis setelah lebig dulu menitisnya atas penghianatan
terhadap orang
  yang lebih memberinya kenikmatan yaitu sang Khalifah”.

Sejarah Daulat Abbasiyah, jilid III, halaman 308 dengan penyesuaian bahasa seperlunya.
Secara umum, contoh diatas adalah berupa kutipan yang diambil dari buku Sejarah Daulat Abbasuyah jilid III halaman 308. Namun secara penulisan dan penjelasan tentang “dengan penyesuaian bahasa seperlunya” merupakan catatan kaki. Jadi, dapat dikatakan bahwa kutipan merupakan bagian dari catatan kaki itu sendiri.
Selain itu, mengutip dari suatu sumber kita harus menambahkan sumber tersebut dalam daftar isi. Karena itu, sumber kutipan juga merupakan bagian dari daftar isi.
Contohnya pada buku Sejarah Para Khalifah terbitan Pustaka Al-Kautsar 
 mengutip sebuah kalimat dari buku Sejarah Daulat Abbasiyah jilid III halaman 308. Maka dalam daftar pustakanya dapat kita temukan : 
Sejarah Daulat Abbasiyah III : Joesoef Sou’yb, Jakarta : Bulan Bintang, Cetakan Pertama, 1977 M.


Pentingnya tata bahasa Indonesia dalam penulisan



Dalam penulisan suatu kerangka karangan haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun tidak semua karangan menggunakan ragam bahasa yang baik dan benar.
Tujuan dari penulisan tersebut adalah mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan dan terutama tulis sebagai sarana pengungkapan gagasan ilmiah.

Naratif

Sebuah penulisan ilimiah sebaiknya mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam penulisan ragam bahasa, ejaan, diksi atau pemilihan kata,kalimat,alinea dan pengembangannya,perancangan penulisan karangan ilmiah, kerangka karangan,kutipan dan catatan kaki, serta abstraksi dan daftar pustaka harus ada pada setiap penulisan ilmiah.

Suatu penulisan dapat memperhatikan bagaimana ragam bahasa yang terkandung dalam penulisan tersebut, ragam bahasa ini dimaksudkan untuk memperjelas bagaimana varisai bahasa Indonesia pada  suatu karangan ilimiah tersebut. Ragam bahasa sendiri memiliki makna yaitu variasi bahasa atau tuntutan pemakaian yang berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/ medium pembicaraan, dan sebagainya. Adanya ragam bahasa Indonesia disebabkan oleh perkembangan masyarakat (konteks sosial). Dalam dalam teknik pengungkapannya, ragam bahasa terbagi menjadi 2 yaitu, ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide. Variasi dalam bahasa Indonesia pun dibagi menjadi empat bagian yaitu :
- Variasi bahasa dari segi penutur
- Variasi bahasa dari segi pemakaian
- Variasi bahasa dari segi keformalan

Selain ragam bahasa, ejaan pun sama pentingnya seperti ragam bahasa, karena ejaan yang benar adalah ejaan yang disempurnakan. Seringkali pada sebuah penulisan seseorang cendurung tidak memerhatikan ejaan yang benar dalam penulisan ilmiah, contohnya kalimatnya seperti

 Saya tinggal di Bekasi”. Kalimat ini bisa jadi mempunyai minimal 2 arti. Arti yang pertama adalah saya meninggalkan sesuatu barang di Bekasi, sedangkan arti yang kedua adalah saya bertempat tinggal di Bekasi. Jika kalimat tersebut ditulis menggunakaan ejaan sesuai aturan dalam bahasa tulis, seharusnya secara lengkap ditulis: Saya bertempat tinggal di Bekasi, atau Saya meninggalkan sesuatu milik saya di Bekasi.

Ejaan dan bahasa tulis sangat terkait dalam suatu penulisan ilimiah, karena Ejaan berfungsi untuk membantu pemahaman pembaca dalam menanggapi dan memahami sebuah informasi yang diterimanya dalam bentuk tulisan. Kemudian selain itu diksi atau pemilihan kata dan kalimat pun sangat terpengaruh pada penulisan ilmiah, ini dikarenakan adanya suatu pemilihan kata dalam suatu kalimat harus tepat dan jelas, sehingga gagasan yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut dapat diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi dalam suatu kalimat penulisan pun dapat membuat pembaca atau pendengar menegrti secara benar dan tidak salah paham terhadapa apa yang disampaikan oleh pembicara ataupun si penulis. Sedangkan suatu kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap, dan diakhiri dengan tanda titik (.) , koma (,) , tanda tanya (?) dan tanda seru(!). Kalimat dalam sebuah penulisan pun dapat menggambarkan suatu ekspresi dalam penulisan, apakah kalimat ini termasuk kalimat ajakan atau kalimat pertanyaan. Dalam suatu kalimat pun terdapat subjek (S) dan predikat (P) jikan tidak memiliki kedua unsur tersebut bukan lah kalimat, melainkan sebuah frasa.

Dalam penulisan ilmiah alinea dan pengembangannya menurut saya pun perlu, karena setiap penulisan pasti memiliki paragraf-paragraf di alinea tertentu. Adanya alinea pun dapat mempermudah pembaca untuk dapat menentukan gagasan atau pokok pikiran utama dalam penulisan ilmiah tersebut. Perancangan penulisan karangan ilmiah digunakan untuk mempermudah para penulis dalam menuliskan suatu karangan ilmiah mereka, perancangan ini dapat berupa kerangka karangan untuk menyusun suatu karangan ilmiah yang baik dan benar.

Selain unsur diatas kutipan dan catatan kaki mungkin tidak selalu ada dalam suatu panulisan ilmiah, kutipan dan catatan kaki hanya ada di sebagian penulisan ilmiah saja, seperti penulisan buku dan penulisan yang mengutip dari sumber atau buku oranglain untuk memeperoleh informasi. Namun pada jaman ini catatan kaki jarang terlihat pada suatu penulisan ilmiah. Yang terakhir pada pembahasan ini adalah adanya abstrak dan daftar pustaka. Pada penulisan ilmiah abstrak dan daftar pustaka sangat di butuhkan dalam penulisan ilmiah. Contoh abstrak pada penulisan ilmiah adalah :

Pada saat sekarang ini, banyak teknologi yang menawarkan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu teknologi tersebut adalah smartphone yang memiliki berbagai fitur canggih seperti music, video, kamera, permainan dan  internet. Namun pada saat sekarang ini berbagai fitur yang ditawarkan, sedikit sekali  fitur yang dapat menunjang pendidikan untuk para pelajar bahkan nyaris tidak ada. Dengan aplikasi Sistem Pencernaan Manusia ini, akan menambah fitur yang dapat menunjang pendidikan para pelajar. Karena aplikasi Sistem Pencernaan Manusia ini menyediakan fitur yang berfungsi untuk mengenal bagaimana fungsi Sistem Pencernaan, serta Bagaimana menjaga agar tubuh terhindar dari berbagai penyakit.

Abstrak digunakan oleh penulis untuk membuat pendahuluan atau pengenalan suatu objek yang penulis amati dalam pembuatan penulisan ilmiah. Suatu abstrak dapat dibuat sesuai dengan tema dan judul penulisan tersebut mengenai objek seperti apa. Selain itu daftar pustaka pun di perlukan untuk mengetahui dari mana biasanya si penulis mengutip atau mendapatkan informasi dalam penulisan ilmiah tersebuat. Daftar pustaka bisa berupa alamat website, buku, majalah dan lain sebagainya. Daftar pustaka biasanya digunakan penulis untuk mencegah adanya plagiat atau memfotocopy tulisan oranglain.

Lalu pertanyaannya ?


Mampukah menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan dan tulisan sesuai dengan tujuan pembahasan ini ?
Menurut saya sendiri kita sebagai penulis harus mampu untuk menciptakan penulisan ilmiah yang baik dan benar dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar pembaca atau pendengar dapat menilai baiknya suatu tulisan atau karangan yang kita buat. Unsur tersebut pun sangat berguna dan harus ada pada setiap penulisan ilmiah, agar karangan ilmiah kita tersusun dengan tepat, rapi dan selaras (sesuai keinginan) dan mendapatkan respon yang sangat baik.




APEC dan Indonesia

APEC dan Indonesia

Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang didirikan tahun 1989 dan beranggotakan 21 perekonomian memiliki peranan yang semakin penting pada perekonomian dunia. Oleh karena itu, APEC Economy Leader’s Week dan beberapa pertemuan terkait yang akan diselenggarakan pada 1-8 Oktober 2013 di Bali akan mendapatkan banyak perhatian masyarakat internasional.
APEC merupakan kekuatan ekonomi dunia utama saat ini karena menjadi tempat tinggal bagi 40 persen pendudukdunia, menguasai 44 persen perdagangan dunia, dengan kekuatan ekonomi 55 persen produk domestik bruto (PDB) dunia.  Peran APEC didunia semakin penting ditengah gejolak pasar keuangan yang dialami perekonomian-perekonomian yang tengah bertumbuh (emerging economies) serta melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu, kontraksi ekonomi Eropa masih berlanjut, demikian juga ekonomi Amerika Serikatmasih menghadapi banyak masalah, sehingga peran APEC dalam pemulihan ekonomi sangat penting. Stabilitas ekonomi dunia ditentukan oleh keerhasilan ekonomi APEC menjaga stabilitas ekonominya. Semua perhatian dunia akan tertuju ke Bali awal Oktober ini.

APEC penggerak ekonomi dunia ?

            Kekuatan ekomoni APEC  yang besar didunia membuat maju mundurnya ekonomi dunia bergantung padamaju mundurnya ekonomi APEC. Apalagi data dari Sekretariat APEC menunjukkan bahwa sejak APEC berdiri tahun 1989 hingga tahun 2000 total perdagangan internasional anggota APEC meningkat lima kali dari 3,1 triliun dollar AS menjadi 16,8 triliun dollar AS. Lapangan kerja yang tercipta dikawasan APECdari 1999 hingga 2001 sebesar10.8 persen, dan kemiskinan turun 35 persen pada periode yang sama. Dari data tersebut terlihat jelas bahwa ekonomi kawasan APEC berkembang dengan cepat dan semakin makmur  karena didukung oleh meningkatnya perdagangan sesama anggota APEC karena turunya tarif rata-rata dari 17 persen menjadi 5,8 persen dari tahun 1989 ke tahun 2010. Selain itu, biaya transaksi dalam perdagangan juga turun 5 persen pada periode2007-2010. Demikian juga investasi, baik langsung maupun portofolio, sesama anggota APEC juga semakin besar. Kerja sama ekonomi antar anggota APEC semakin meningkat dengan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun 7,39 persen dari 2003 hingga 2012. Demikian juga nilai perdagangan internasional  APEC  meningkat  11,69 persen rata-rata per tahun pada periode yang sama, sementara nila perdagangan dunia tumbuh rata-rata 11,44 persen pada periode yang sama.
            Kawasan APEC yang dinamis dan berkembang pesat akan terus berkembang karena memiliki komitmen untuk mengurangi hambatan perdagangan dan investasinya. APEC telah mendeklarasikan Bogor Goals yang di canangkan pada 1994 di Bogor untuk mencapai pasar yang bebas dan terbuka dalam perdagangan dan investasi dengan target waktu tahun 2010 untuk negara-negara maju dan tahun 2020 untuk negara-negara berkembang. Bogor Goals menjadi tonggak penting dalam liberalisasi aliran barang, jasa, dan modal dikawasan APEC dalam rangka integrasi ekonomi APEC. APEC Leaders concluded that while more work remains to be done, significant progress has been made toward achieving the Bogor Goals yang disebutkan oleh Sekretariat APEC. Terlihat jelas bahwa hambatan perdagangan barang jasa, dan modal telah dipangkas di kawasan APEC, meningkatkan arus perdagangan barang, jasa, dan kapital, yang pada akhirnya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat APEC.
            Kawasan APEC yang dinamis dan berkembang pesat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan memangkas hambatan yang ada. Dengan demikian, kerja sama ekonomi khususnya dalam perdagangan barang, jasa dan modal akan semakin meningkat. Oleh karena itu, perekonomian APEC diperkirakan akan tetap berkembang pesat pada masa mendatang sehingga kekuatan ekonomi APEC di dunia akan semakin meningkat dan semakin penting, APEC tetap akan dominan dalam perekonomian dunia dan menjadi motor penggerak ekonomi dunia.

Peran APEC bagi indonesia

            Indonesia sebagai salah satu pendiri APEC memiliki peranan yang penting dalam menentukan arah APEC ke depan. Apalagi pada tahun ini Indonesia menjadi ketua APEC sehingga diharapkan bisa memainkan peranan yang penting seperti pada tahun 1994 yang berhasil membuat deklarasi  Bogor Goals. Mudah-mudahan muncul  Deklarasi Bali ini dapat menjadi tonggak penting peningkatan kerja sama APEC awal Oktober yang akan datang.
           

Peran APEC bagi Indonesia adalah penting karena perkembangan ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi APEC (perdagangan Indonesia dengan sesama negara APEC lebih besar dibandingkan dengan negara-negara non-APEC) sehingga masa depan ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi APEC. Untuk itu, Indonesia harus bisa menjaga agar perkembangan APEC kedepan akan terus pada jalurnya (on track), Indonesia perlu menjaga agar perkembangan kerja sama di APEC selaras dengan kepentingan Indonesia.

            Demikian juga Indonesia harus bisa memanfaatkan berbagai kerja sama dalam APEC agar berbagai skim kerja sama yang ada menguntungkan baik dalam ekonomi, sosial, maupun pariwisata. Meskipun neraca perkembangan  intra APEC kita masih surplus, angkanya semakin mengecil, itupun karena banyak tertolong ekspor sumber daya alam.

            Jangan ulang kesalahan manajemen kita dalam menghadapi Kawasan Pedagangan Bebas ASEAN (AFTA) yang diimplementasikan 2010, di mana kinerja perdagangan internasional kita yang dulu surplus dengan ASEAN dalam beberapa tahun terakhir ini selalu defisit dengannilai yang cenderung meningkat.  Selain itu, diseminasi berbagai skim kerja sama APEC yang bisa di manfaatkan oleh masyarakat ataupun pengusaha perlu ditingkatkan agar berbagai skim yang ada bisa di manfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, keikutsertaan Indonesia di APEC akan memberi manfaat yang besar bagi Indonesia. Indonesia  mestinya juga bisa memanfaatkan kesempatan Leader’s Meeting Bali untuk menjual Indonesia, meningkatkan pariwisata ataupun investor dari APEC. Semoga Leader’s Meeting di Bali sukses ^^



Sumber::
Kompas, Senin 30 September 2013
Dikutip oleh Sri Adiningsih
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Direktur P2EB UGM