Kamis, 26 April 2012

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP


MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP


Pandangan hidup dapat diartikan sebagai tujuan dari hidup yang dapat berupa impian, harapan serta cita-cita yang disertakan dengan perbuatan.
Pandangan hidup yang terjadi pada manusia bersifat berangsur-angsur dan terus-menerus dalam waktu yang lama, dan untuk mencapai suatu pandangan hidup tersebut haruslah dibuktikan dengan nyata.
Pandangan hidup tersebut dibagi menjadi tiga yaitu : Pandangan hidup menurut agama, pandangan hidup menurut nilai dan norma, serta pandangan hidup menurut renungan.

Cita-cita

Cita-cita adalah sebuah keinginan yang lahir dari diri seseorang, cita-cita dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan hidup dengan sebuah usaha dan doa. Cita-cita pun lahir dari sebuah impian dan harapan yang membuat seseorang untuk mendapatkan masa depannya. Dengan demikian cita-cita adalah sebuah pandangan hidup yang di jadikan patokan bagi manusia.

Apabila cita-cita tersebut tidak terpenuhi, maka cita-cita tersebut hanyalah sebuah angan-angan. Manusia yang memiliki cita-cita, akan menggapainya dengan usaha yang tidaklah gampang.
Contohnya seorang anak laki-laki yang memiliki cita-cita ingin menjadi pilot, namun anak tersebut belum sekolah, dan tidak mungkin berpikir baik serta belum memiliki kemampuan untuk berusaha mencapai cita-cita tersebut, karena anak tersebut masih dalam angan-angan untuk memikirkan cita-citanya.

Antara masa depan dengan masa sekarang merupakan realita yang harus dihadapi manusia dengan jarak waktu yang cukup panjang. Seseorang dapat mencapai apa yang di cita-citakannya itu bergantung dengan tiga factor yaitu :
1.      Manusia yang memiliki cita-cita
2.      Sebuah kondisi yang dihadapi dalam mencapai sebuah cita-cita
3.      Dan seberapa tinggikah cita-cita yang ingin dicapai


Faktor manusia, Kesulitan untuk mencapai cita-cita juga sering terjadi karena kurangnya kemampuan yang tidak sesuai dengan diri sendiri, sehingga cita-cita tersebut hanyalah berupa khayalan semata. Cara keras dalam menghadapi cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bilamana berhasil akan membuat Ia merasa puas. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, factor kondisi ini dapat berupa materi dan kemampuan. Dalam hal ini bila dalam mencapai cita-cita kurangnya factor kondisi menyebabkan sulitnya untuk mencapai cita-cita. Factor tingginya cita-cita yang diinginkan, pada factor ini, seseorang difokuskan untuk tetap menjungjung tinggi cita-cita setinggi langit. Motivasi ini digunakan untuk memberikan semangat dalam mencapai masa depan. Selain itu adanya kemampuan serta daya pikir yang sesuai dengan diri sendiri, merupakan hal yang diperlukan selanjutnya.


Selain cita-cita tersebut, cita-cita juga dapat dikaitkan dengan bangsa Indonesia yang dimana cita-cita bangsa Indonesia terdapat pada alinea ke-4. Dalam alinea ke-4 tertulis makna tentang cita-cita bangsa Indonesia yang sesuai dengan UUD 1945.



Kebajikan

Kabajikan atau kebaikan adalah perbuatan yang bermoral dan sesuai dengan nilai-nilai juga norma agama dan etika. Manusia cenderung berbuat baik karena adanya dorongan dari suara hatinya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri bagi dirinya, mana yang baik dan mana yang buruk.  Namun sesuatu yang baik menurut kita sendiri, belum tentu baik menurut oranglain.

Jadi baik buruk itu dilihat menurut suara hati sediri. Meskipun dengan demikian harus dinilai dan diukur menurut suara pendapat umum. Disini tidak berarti bahwa pendapat umum itu diatas segala-galanya.
Kebijakan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia tersebut dibagi dalam beberapa factor, yaitu :


1.      Factor pembawaan,  factor pembawaan tersebut dapat melalui orangtua atau pembawaan sejak lahir.
2.      Factor lingkungan, lingkungan adalah media yang membentuk tingkah laku manusia. Lingkungan tersebut dapat berupa lingkungan  keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah. Dalam lingkungan keluarga orangtua lah yang menjadi panutan bagi anak-anaknya. Dalam lingkungan sekolah yang jadi panutan murid/siswa nya adalah seorang guru. Sedangkan dalam lingkungan masyarakat yang menjadi panutan yaitu oranglain yang lebih tua usianya dari kita, mahasiswa dan golongan remaja.
3.      Factor pengalaman, factor pengalaman dapat berupa pengalaman pahit dan pengalaman manis. Pengalaman tersebut akan menjadikan kita semakin mengerti dengan apa yang kita hadapi. Pengalaman juga dapat menjadi motivasi untuk lebih baik lagi dalam mencapai suatu tujuan hidup.


Usaha atau perjuangan

Usaha atau perjuangan adalah suatu tindakan positif yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan nya. Karena tanpa usaha, maka tujuan tersebut tidak akan membuahkan hasil. Apabila seseorang bercita-cita menjadi seorang analysis programmer, maka dibutuhkanlah sebuah usaha untuk mencapai cita-cita tersebut. Usaha tersebut yaitu sekolah, memperoleh pendidikan baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan luar yang membuat sesorang tersebut memperoleh ilmu tentang analysis programmer.

Kerja keras pada umumnya adalah dasar untuk menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebagai manusia, janganlah kita bersifat malas. Karena dengan kemalasan kita menjadi miskin penegtahuan. Aturlah waktu sebaik-baiknya untuk menyusun kegiatan dimasa datang. Selain usaha dan perjuangan, cita-cita juga harus disertai dengan doa kepada Tuhan.

Dalam bekerja keras, manusia dibatasi dengan kemampuan yang terbatas. Kemampuan tersebut terbatas pada fisik dan keahlian seseorang. Seseorang yang bekerja dengan fisik yang lemah, akan memperoleh hasil yang sedikit, dan keterampilan akan memperoleh hasil yang banyak apanila keterampilan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi.



Keyakinan (BELIEVE)

Keyakinan adalah sifat yang muncul dari hati seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Keyakinan ini dapat di jadikan sebagai motivasi dalam mencapai suatu cita-cita di masa depan. Seseorang yang memiliki keyakinan dalam hidupnya, maka Ia akan semangat dalam untuk mencapai suatu pandangan hidup.

Keyakinan dapat dihubungkan dengan agama, misalnya keyakinan seseorang akan adanya Tuhan dalam hidup mereka. Dalam hal ini keyakinan manusia bermula dari Tuhan, yang dimana pandangan hidup tersebut sesuai dengan ajaran agamanya. Sebaliknya, jika manusia tidak percaya maka seseorang tersebut tidak memiliki keyakinan dalam dirinya.

Seseorang yang memiliki keyakinan kuat dalam hidupnya, Ia akan selalu berusaha untuk membuktikan bahwa apa yang di cita-citakannya akan tewujud dimasa yang akan datang.




MANUSIA dan KEADILAN


MANUSIA dan KEADILAN 

Pengertian Keadilan

Keadilan adalah suatu kelayakan yang di berikan kepada setiap manusia. Keadilan juga dapat diartikan sebagai pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti sama menurut porsi seseorang. Dalam menuntut hak haruslah menyeimbangkannya dengan menjalankan sebuah kewajiban untuk memperoleh keadilan yang diinginkan. Keadilan juga dapat dihubungkan dengan pancasila yang terdapat di sila ke-5 yang berbunyi “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “  dimana adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar berdirinya suatu Negara. Selanjutnya prinsip tersebut di jelaskan sebagai prinsip “ tidak adanya kemiskinan jika Indonesia sudah merdeka “ . Namun nampaknya prinsip tersebut belum terlaksanakan sesuai dengan pancasila pada sila ke-5, karena di Indonesia sendiri masih banyak rakyat Indonesia yang kesejahteraannya belum terpenuhi . Ketidak sejahteraan itu dapat berupa :
a.      Pemerataan dan pemenuhan kebutuhan pokok pada masyarakat yang kurang mampu kurang merata di bagikan oleh pemerintah.
b.      Pendidikan yang di berikan oleh pemerintah kurang di awasi dan dipedulikan, serta kesehatan yang kurang merata diberbagai lingkungan masyarakat yang kurang mampu.
c.      Pemerataan mengenai pendapat dalam bersosialisasi antara masyarakat dan lembaga masyarakat.
d.      Kurangnya pemerataan ruang lingkup kerja untuk menanggulangi pengangguran yang ada

Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan dan ketidak adilan setiap hari baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Dari ketidak adilan tersebut muncullah suatu kreativitas dalam diri seseorang untuk mengapresiasikan suatu imajinasi yang dapat di tuangkan ke suatu bentuk seni yaitu drama, puisi , novel dan masih banyak lagi karya imajinatif yang dituangkan kedalamnya.
Keadilan dalam masyarakat di bagi lagi menjadi beberapa macam yaitu :

1.      Keadilan Moral

Dalam keadilan moral, hukum sangat mempengaruhi adanya suatu keadilan moral di Indonesia. Hukum merupakan substansi umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam ruang lingkup masyarakat yang adil yaitu memperoleh keadilan untuk menjalankan pekerjaan yang cocok bagi dirinya. Keadilan moral timbul karena adanya penyatuan dan penyesuaian untuk memberi  tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat apabila keadilan tersebut dapat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuan setiap individunya.


2.      Keadilan distributif

Keadilan distributif yaitu keadilan yang muncul yang sesuai dengan usia atau kedudukan suatu individu. Keadilan tersebut biasanya muncul dalam lingkungan keluarga antara kedudukan seorang adik dan kedudukan seorang kakak, yang memilki porsi berbeda-beda namun tetap adil dalam pembagiannya.

3.      Keadilan komutatif

Keadilan komutatif yaitu bertujuan untuk memelihara ketertiban manusia dan kesejahteraan umum yang berdasarkan asas pertalian masyarakat. Keadilan komutatif ini muncul akibat adanya suatu interaksi antara individu untuk memperoleh keadilan hak nya untuk berbicara, selain itu juga keadilan komutatif juga muncul karena adanya hubungan yang terikat dengan individu yang bilamana hubungan tersebut dapat berdampak negatif dan positif. Apabila tidak adanya komunikasi antar indivudu akan muncullah ketidak adilan yang menyebabkan adanya pertentangan antar individu satu dengan individu lain.
Keadilan juga timbul dari beberapa hal di bawah ini, yaitu :


1.      Kejujuran

Kejujuran berasal dari kata dasar yaitu jujur, yang memiliki arti yaitu suatu pernyataan benar sesuai dengan isi hati nurani yang di katakannya, dan kenyataan itu dapat berupa fakta yang benar-benar terjadi. Kata-kata jujur juga dapat mengartikan bahwa seseorang tersebut bersih hatinya dalam melakukan sesuatu hal yang menurut agama dan hokum. Apbila kejujuran tersebut dikhianati maka seseorang tersebut akan mendapatkan hukuman secara tertulis dan tidak tertulis berdasarkan tindak kelakuan yang Ia perbuat. Kejujuran juga terikat dengan suatu keadilan, apabila kejujuran tersebut bersifat negatif maka keadilan tersebut tidak ada. Dan jika kejujuran tersebut bersifat posotif, maka keadilan tersebut dapat terpenuhi.
Pada hakekatnya jujur atau ketidak jujuran dilandasi dengan adanya kesadaran moral dari diri seseorang yang tinggi. Kesadaran moral tersebut memilki arti yaitu kesadaran tentang diri sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik buruk. Dimana masyarakat tersebut dihadapkan dengan moral agama dan moral hukum.

Timbulnya suatu ketidak jujuran antara lain yaitu :
a)      Adanya ketidak relaan yang menyebabkan seseorang tersebut untuk berbohong
b)      Adanya pengaruh lingkungan
c)      Karena adanya sosial ekonomi
d)      Adanya keterpaksaan ingin popular
e)      Adanya sosial ekonomi dan
f)       Tidak adanya sopan santun untuk mendidik

2.      Kecurangan

Kecurangan berasal dari kata curang yang artinya berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan identik dengan ketidakjujuran, seringkali perbuatan curang ini dilakukan untuk kemenangan sendiri tanpa mementingkan oranglain yang menjadi tindakan kecurangan ini. Tidak kecurangan ini merupakan tindakan ketidak adilan / tidak adil pada. Seseorang melakukan tindakan kecurangan ini demi mencapai sebuah materi dengan cara tak wajar. Kecurangan juga menyebabkan seseorang menjadi serakah, sombong dan ingin dipuji dengan hasil yang Ia dapatkan dengan kecurangan tersebut. Dalam ilmu Agama, kecurangan tidaklah diperbolehkan, karena adanya sifat kesombongan dalam diri dan penipuan terhadap oranglain. Kecurangan juga sama dengan picik atau licik.

Seseorang melakukan kecurangan dengan bermacam-macam sebab, antara lain :
1)      Adanya faktor ekonomi
2)      Adanya faktor kebudayaan
3)      Adanya faktor peradaban
4)      Adanya faktor lingkungan luar

Kecurangan yang bersifat permanen akan menimbulkan seseorang tersebut menjadi menipu dan membohongi banyak orang. Apabila hal tersebut dibiarkan maka ketidak adilan didunia tidaklah terlaksanakan. Kita ambil contohnya yaitu para koruptor yang bersifat curang dalam keuangan, banyak dampak yang diakibatkan oleh kecurangan tersebut. Adanya kebohongan antara masyarakat dan lembaga-lembaga, kecurangan tersebut membuat mayarakat menjadi marah terhadap apa yang mereka lakukan, yang memakan uang rakyat demi kesenangan, dan adanya kebohongan.


MANUSIA dan PENDERITAAN


MANUSIA dan PENDERITAAN

Penderitaan ialah segala sesuatu yang dirasakan, namun perasaan itu tidak menyenangkan. Setiap manusia tidak bisa lepas dari sebuah penderitaan, karena penderitaan bersifat realita yang terjadi dalam hidup seseorang. Didalam penderitaan seseorang akan menghadapi sesuatu hal yang bersifat tidak menyenangkan dan penderitaan itu dapat berupa siksaan yang berat serta siksaan yang ringan.
Penderitaan dapat berpengaruh dengan aktivitas manusia, adanya penderitaan dapat menyebabkan ketidak senangan dan kekhawatiran dengan pederitaan yang mereka lalui. Penderitaan juga dapat membuat seseorang menjadi minder karena adanya sesuatu penderitaan dalam hidupnya.
Sebuah penderitaan akan dialami semua orang, Karena ini adalah sebuah resiko dalam hidup. Tuhan memberikan kesenangan dan kebahagian dalam hidup manusia, dan juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang memiliki makna bagi manusia supaya sadar untuk tidak melupakan-Nya. Bagi manusia yang memiliki iman, jika dalam menghadapi penderitaan atau masalah, Ia akan menyadarkan dirinya sendiri untuk bertobat kepada-Nya dan mencoba ikhlas dalam menghadapinya. Kepasrahan atau keikhlasan itu timbul dari yakin bahwa kekuasaan Tuhan lebih besar darinya,akan membuat manusia merasakan dirinya sudah tak mampu dan menerima takdir. Dengan kepasrahan tersebut dapat mendamaikan hatinya,sehingga penderitaan yang dialaminya semakin berkurang dan akhirnya membuat Ia bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang melampaui batas manusia.
Penderitaan tersebut dapat diartikan sebagai peringatan bagi manusia yang sering melupakan karunia-Nya. Penderitaan terdiri dari penderitaan secara fisik dan penderitaan psikis. Penderitaan fisik yaitu penderitaan yang dialami oleh seseorang secara fisik serta dapat terobati, sedangkan penderitaan secara psikis yaitu penderitaan yang dialami seseorang secara kemampuan atau jiwa, pengobatannya pun dilakukan secara berangsur-angsur.

Pengertian Siksaan

Siksaan adalah suatu bagian dari sebuah penderitaan, siksaan tersebut dapat berupa siksaan rohaniah dan siksaan jasmaniah. Siksaan juga dapat di sangkut pautkan dengan dunia akhirat, yaitu siksaan bagi orang musyrik, mencuri, dengki dan lain-lain.
Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari dapat diterbitkan dalam dunia massa, bahkan terkadang jadi bahan pembicaraan seseorang. Sebagai contoh yaitu adanya siksaan Tenaga Kerja Wanita di negari tetangga yang sedang mencari nafkah, terkadang mereka mendapat siksaan secara fisik yang membuat adanya bekas luka pada fisik mereka. Namun ada pula siksaan yang berupa psikis yang menyebabkan gangguan kejiwaan akibat kelakuan sang majikan yang selalu memukul, memarahi, menyiramkan air panas dan sebagainya.


Penderitaan dan perjuangan

Setiap manusia pastilah menghadapi penderitaan yang beragam setiap harinya, namun dibalik itu pun pasti ada sebuah usaha untuk mengurangi penderitaan yang dihadapinya. Untuk mengurangi penderitaan perlu lah sebuah perjuangan dari hati yang terdalam untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Dalam perjuangan tersebut, dibutuhkan sifat yang optimis untuk menghadapi segala penderitaan yang ada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari marabahaya dan malapetaka.
Penderitaan dan perjuangan juga dapat dikaitkan dengan cita-cita masyarakat Indonesia pada masa kemerdekaan, dimana adanya penderitaan yang dialami para pejuang kita dahulu dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adanya kerja paksa pada zaman kolonial belanda dan jepang yang mengakibatkan penderitaan bagi rakyat pada masa itu. Namun dalam memperjuangkan kemerdekaan, para pemuda dan golongan tua bernekat menyuruh Ir.Soekarno untuk segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia pada Jepang, yang pada saat itu jepang menjajah Indonesia.
Dari sejarah tersebut diketahui bahwa bangsa Indonesia tidak kenal lelah dalam memperjuangkan kemerdekaan untuk memperoleh kemajuan yang lebih baik lagi. Maka sebagai mahasiswa seharusnya kita dapat meniru sifat para pahlawan kita dulu dalam menghadapi suatu penderitaan.

Penderitaan dan sebab-akibatnya :
Penderitaan yang timbul dalam kehidupan manusia pasti ada sebab akibatnya, yaitu :
-        Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia

Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia terjadi antara manusia dengan alam sekitar. Penderitaan ini dapat berdampak buruk bagi manusia, dan nasib buruk tersebut hanyalah manusia yang dapat memperbaikinya supaya menjadi lebih baik. Perbedaan nasib dan takdir yaitu kalau takdir Tuhan yang menentukan, namun nasib buruk manusia yang dapat mengubahnya.
Contoh perbuatan buruk antara manusia dengan manusia yaitu :
1)      Adanya pemerkosaan dikalangan remaja, dan anak-anak
2)      Adanya tindak kriminalitas yang terjadi di lingkungan
3)      Adanya kekerasan yang terjadi antara orangtua dan anak, guru dan murid bahkan majikan dan pembantu
Selain itu ada pula penderitaan yang terjadi karena perbuatan manusia terhadap lingkungannya yaitu :
1)      Terjadinya banjir dan longsor akibat perbuatan manusia yang selalu menebang pohon sembarangan, hal tersebut menyebabkan manusia menderita dan sengsara
2)      Adanya kelalaian dalam mengatasi sebuah permasalahan  yang terjadi di lingkungan umum

-        Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan bahkan azab Tuhan

Penderitaan dapat terjadi akibat penyakit, siksaan bahkan azab dari Tuhan kepada manusia. Dalam hal ini manusia hanya dapat bertawakal, sabar dan optimis untuk mengatasi segala penderitaan tersebut.

Contoh kasus penderitaan ini adalah :
1)      Sebuah keluarga yang mempunyai seorang anak yang memiliki kekurangan dengan anak yang layak pada umumnya, sehingga menyebabkan anak tersebut minder atau malu. Namun dalam penderitaan anak tersebut, Ia diberi kemampuan berpikir oleh sang Kuasa untuk mencapai sebuah impian. Dengan kemampuan yang ahli tersebut, dapat mengubah sifat anak yang tadinya minder atau malu menjadi optimis.
2)      Cerita malinkundang  sianak durhaka kepada ibu yang melahirkannya, Ia mendapatkan azab dari doa ibunya kepada Tuhan, yang merubahnya menjadi batu. Azab tersebut terjadi, karena perbuatan malinkundang yang melanggar hukum Tuhan. Ia tidak menganggap ibunya sevagai orangtuanya, ketika malin kaya raya.

Pengaruh penderitaan

Mereka yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam serta sifat dalam dirinya. Sifat itu dapat berupa sifat negative dan positif. Sifat negative, misalkan adanya ketidak bahagiaan, kecewaan bahkan keputus asaan dalam menjalani hidup. Sifat positifnya yaitu menjadi pribadi yang optimis dalam menghadapi suatu penderitaan, dan memiliki mativasi “ bahwa hidup bukanlah untuk sebuah penderitaan, melainkan sebuah perjuangan dalam menghadapi penderitaan ”. selain itu sifat positif juga menyebabkan jiwa seseorang ingin bangkit dari keterpurukannya.
Penilaian tersebut dapat berupa kemauan untuk melakukan perubahan dengan nilai-nilai yang bermanfaat bagi dirinya. Keadaan yang menjadi hambatan untuk sebuah perubahan haruslah disingkirkan.



Jumat, 13 April 2012

MANUSIA dan KEINDAHAN


Manusia dan keindahan

Apa sih yang dimaksud dengan keindahan?..

Keindahan sering diutarakan kepada situasi tertentu yang mendasarkan manusia menyatakan bahwa situasi tersebut memilki kebenaran. Kata dasar dari keindahan yaitu Indah yang memilki kaitan bagus, cantik, elok, bagus, enak dipandang dan lain sebagainya. Keindahan sangat identik dengan suatu peryataan yang bernilai benar atau bisa disebut juga suatu nilai kebenaran yang diutarakan oleh seseorang. Keindahan dan kebenaran memiliki nilai yang sama yaitu nilai abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, karena kebenaran adalah keindahan. Keindahan juga bersifat universal, yang artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu, bahkan tempat.

Keindahan itu baru akan terlihat jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau sesuatu karya yang memiliki nilai estetika. Keindahan juga dapat meliputi :

    1.       Keindahan seni
    2.       Keindahan alam
    3.       Keindahan moral, dan
    4.       Keindahan intelektual
Dalam hal estetik keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sabagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan yaitu nilai estetik. Dan nilai tersebut oleh manusia di percaya terdapat pada suatu benda mati yang sampai terbukti kebenarannya.

Lalu apa sebabnya manusia menciptakan suatu keindahan tersebut?...

       1.       Karena adanya tata nilai yang telah using atau sudah tertinggal
       2.       Adanya kemerosotan zaman
       3.       Adanya penderitaan manusia
       4.       Suatu keagungan dari yang Maha Kuasa

Lalu apa hubungan manusia dengan keindahan?...

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna pembentukannya dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Manusia memiliki 3 unsur yang tidak dapat dipisahkan, 3 unsur tersebut adalah unsur jasmani, unsur rohani, dan unsur kejiwaan. Selain itu manusia juga memiliki 5 komponen yang telah dimiliki manusia sejak lahir, 5 komponen tersebut ialah hawa nafsu, akal budi, hati (perasaan), roh, dan sirri (rahasia illahi). Dengan 5 komponen itu manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan, dan kelima komponen tersebut benar adanya pada diri seseorang.

Dengan akal manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan untuk dirinya, dengan akal pikiran manusia dapat melakukan segala sesuatu yang bersifat komprehensif yang memilki nilai-nilai, manfaat, makna, dan tujuan dari suatu penciptaan yang pada dasarnya adalah rasa puas, dan rasa puas tersebut adalah salah satu indicator dari keindahan. Akal dan budi merupakan sesuatu yang manusia miliki dan tidak dimiliki oleh makhluk lain. Karena adanya akal budi tersebut, manusia selalu ingin memiliki kebenaran yang berbeda-beda.

Manusia pun memiliki sifat kehidupan yang jasmaniah dan rohaniah, maka kehendak atau keinginan manusia tersebut pun bersifat demikian, dan jumlah keinginan tersebut pun tidak terbatas. Maka suatu keindahan pada hakikinya adalah suatu dambaan setiap manusia, karena dengan keindahan itu manusia tersebut merasa nyaman dalam kepribadiannya.

Adanya suatu keinginan pun disebabkan karena adanya hawa nafsu untuk mendorong untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi karena anugerah-Nya, manusia diciptakan memiliki hati (perasaan), dimana hati manusia tersebut dapat merasakan adanya suatu keindahan yang membuat manusia memiliki sesibilitas esthetis atau kepekaan terhadap keindahan. Manusia juga pada hakekatnya membutuhkan keindahan guna untuk penyempurnaan kepribadiannya, ini dikarenakan nilai estetis sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mentafsirkan suatu kebenaran tentang keindahan.

MANUSIA dan CINTAKASIH


MANUSIA dan CINTAKASIH


Manusia dan cintakasih

Manusia dan cintakasih??...
Kalian pasti mengetahui makna dari kalimat tersebutkan?...
Namun disini saya akan menjelaskan mengenai hubungan menusia dan cintakasih sesuai pendapat yang saya alami. Manusia memang tidak bisa lepas dengan yang namanya cinta, apalagi kalau sudah bicara cinta. Cinta….? Kalian tau apa itu cinta?...
Cinta adalah suatu ungkapan perasaan yang ada pada diri tiap manusia dan biasanya diungkapan kepada orangtua, kekasih, sahabat bahkan saudara mereka. Ungkapan perasaan tersebut bisa berupa kasih sayang yang lahir dari cinta. Setiap manusia pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Yah… manusia yang sedang jatuh cinta pada seseorang yang dia sayangi pasti akan selalu berjuang untuk mendapatkan cintanya dan kasih sayangnya. Sehingga kerap kali membuat manusia tersebut untuk melakukan sesuatu demi cintanya.
Ungkapan perasaan tersebut tidak hanya diucapkan pada kekasih hatinya saja, namun pada orang tua juga bisa. Karena cinta itu adalah kasih sayang.                                                                              Cinta pada orang tua sangatlah berbeda, Karena adanya hubungan antara anak dan orangtuanya. Orangtua yang selalu ada sejak kita dilahirkan kedunia selalu menjaga kita tanpa lelah, memberikan kita kasih sayang hingga kita mengerti akan hidup kita sebagai seorang anak dimatanya. Perasaan kasih sayang kedua orangtua dalam kehidupan kita sangatlah besar, jadi kita tidak perlu terlalu sedih jika sang kekasih memutuskan tali cinta antara kita. Namun seharusnya kita menangis dan bersedih apabila cintakasih itu tidak kita dapatkan dari kedua orangtua kita
            Manusia dalam dirinya pasti memiliki sebuah rasa yaitu rasa sayang dan cinta, namun seringkali manusia menyakiti rasa itu dengan perbuatan yang mereka lakukan. Menangis, merasa kehilangan dan kerap kali merasa galau ( semacam sebutan bagi orang yang sedang patah hati/bersedih ). Dalam mengatasi masalah tersebut kerap kali manusia tersebut melakukan berbagai cara untuk menyenangkan perasaan tersebut, entah itu bersenang-senang dengan sahabat, jalan-jalan, makan banyak bahkan menghabiskan uang hanya untuk membuat perasaan senang.
            Lalu apakah setelah itu mereka sudah melupakan rasa sakit itu??...
Tentu saja belum, karena manusia dan perasaannya tidak pernah lepas. Walaupun telah banyak cara untuk melupakan hal yang membuat perasaan itu terluka, pasti suatu saat nanti akan muncul. Yah walaupun rasa itu sudah lama. Begitu juga orang yang sedang jatuh cinta, bila kesan pertama berjumpa membuat perasaannya senang. Pasti ketika berpisah kenangan-kenangan indah itu akan terus terlintas dibenaknya.
            Karena cinta dan kasih sayang itu bersifat abstrak, maka dari itu manusia sulit untuk menghilangkan rasa cinta kasih terhadap orang disekelilingnya. Sekalipun seseorang itu menyakitinya, namun perasaan cinta kasih dan peduli masih ada dalam hati dan dirinya. Manusia juga tidak akan bisa langsung melupakan rasa cinta yang ada pada dirinya, maka suatu saat memori tersebut akan muncul walaupun tampak samar-samar.
            Dari pengalaman yang saya kutip dapat disimpulkan bahwa hubungan manusia dan cintakasih sangatlah erat, walau ada sedikit pertentangan dan perbedaan rasa cintakasih pada diri seseorang tidak dapat dilepaskan begitu saja. Hal ini dikarenakan manusia memiliki hati (perasaan) yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, karena begitu sempurna ciptaan-Nya, manusia pun memilki rasa peduli terhadap sesamanya serta rasa cinta pada sesamanya. Dengan adanya suatu perasaan tersebut dapat mengubah manusia menjadi pribadi yang kian dewasa akan perasaan yang dialaminya.