Kamis, 26 April 2012

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP


MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP


Pandangan hidup dapat diartikan sebagai tujuan dari hidup yang dapat berupa impian, harapan serta cita-cita yang disertakan dengan perbuatan.
Pandangan hidup yang terjadi pada manusia bersifat berangsur-angsur dan terus-menerus dalam waktu yang lama, dan untuk mencapai suatu pandangan hidup tersebut haruslah dibuktikan dengan nyata.
Pandangan hidup tersebut dibagi menjadi tiga yaitu : Pandangan hidup menurut agama, pandangan hidup menurut nilai dan norma, serta pandangan hidup menurut renungan.

Cita-cita

Cita-cita adalah sebuah keinginan yang lahir dari diri seseorang, cita-cita dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan hidup dengan sebuah usaha dan doa. Cita-cita pun lahir dari sebuah impian dan harapan yang membuat seseorang untuk mendapatkan masa depannya. Dengan demikian cita-cita adalah sebuah pandangan hidup yang di jadikan patokan bagi manusia.

Apabila cita-cita tersebut tidak terpenuhi, maka cita-cita tersebut hanyalah sebuah angan-angan. Manusia yang memiliki cita-cita, akan menggapainya dengan usaha yang tidaklah gampang.
Contohnya seorang anak laki-laki yang memiliki cita-cita ingin menjadi pilot, namun anak tersebut belum sekolah, dan tidak mungkin berpikir baik serta belum memiliki kemampuan untuk berusaha mencapai cita-cita tersebut, karena anak tersebut masih dalam angan-angan untuk memikirkan cita-citanya.

Antara masa depan dengan masa sekarang merupakan realita yang harus dihadapi manusia dengan jarak waktu yang cukup panjang. Seseorang dapat mencapai apa yang di cita-citakannya itu bergantung dengan tiga factor yaitu :
1.      Manusia yang memiliki cita-cita
2.      Sebuah kondisi yang dihadapi dalam mencapai sebuah cita-cita
3.      Dan seberapa tinggikah cita-cita yang ingin dicapai


Faktor manusia, Kesulitan untuk mencapai cita-cita juga sering terjadi karena kurangnya kemampuan yang tidak sesuai dengan diri sendiri, sehingga cita-cita tersebut hanyalah berupa khayalan semata. Cara keras dalam menghadapi cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bilamana berhasil akan membuat Ia merasa puas. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, factor kondisi ini dapat berupa materi dan kemampuan. Dalam hal ini bila dalam mencapai cita-cita kurangnya factor kondisi menyebabkan sulitnya untuk mencapai cita-cita. Factor tingginya cita-cita yang diinginkan, pada factor ini, seseorang difokuskan untuk tetap menjungjung tinggi cita-cita setinggi langit. Motivasi ini digunakan untuk memberikan semangat dalam mencapai masa depan. Selain itu adanya kemampuan serta daya pikir yang sesuai dengan diri sendiri, merupakan hal yang diperlukan selanjutnya.


Selain cita-cita tersebut, cita-cita juga dapat dikaitkan dengan bangsa Indonesia yang dimana cita-cita bangsa Indonesia terdapat pada alinea ke-4. Dalam alinea ke-4 tertulis makna tentang cita-cita bangsa Indonesia yang sesuai dengan UUD 1945.



Kebajikan

Kabajikan atau kebaikan adalah perbuatan yang bermoral dan sesuai dengan nilai-nilai juga norma agama dan etika. Manusia cenderung berbuat baik karena adanya dorongan dari suara hatinya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri bagi dirinya, mana yang baik dan mana yang buruk.  Namun sesuatu yang baik menurut kita sendiri, belum tentu baik menurut oranglain.

Jadi baik buruk itu dilihat menurut suara hati sediri. Meskipun dengan demikian harus dinilai dan diukur menurut suara pendapat umum. Disini tidak berarti bahwa pendapat umum itu diatas segala-galanya.
Kebijakan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia tersebut dibagi dalam beberapa factor, yaitu :


1.      Factor pembawaan,  factor pembawaan tersebut dapat melalui orangtua atau pembawaan sejak lahir.
2.      Factor lingkungan, lingkungan adalah media yang membentuk tingkah laku manusia. Lingkungan tersebut dapat berupa lingkungan  keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah. Dalam lingkungan keluarga orangtua lah yang menjadi panutan bagi anak-anaknya. Dalam lingkungan sekolah yang jadi panutan murid/siswa nya adalah seorang guru. Sedangkan dalam lingkungan masyarakat yang menjadi panutan yaitu oranglain yang lebih tua usianya dari kita, mahasiswa dan golongan remaja.
3.      Factor pengalaman, factor pengalaman dapat berupa pengalaman pahit dan pengalaman manis. Pengalaman tersebut akan menjadikan kita semakin mengerti dengan apa yang kita hadapi. Pengalaman juga dapat menjadi motivasi untuk lebih baik lagi dalam mencapai suatu tujuan hidup.


Usaha atau perjuangan

Usaha atau perjuangan adalah suatu tindakan positif yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan nya. Karena tanpa usaha, maka tujuan tersebut tidak akan membuahkan hasil. Apabila seseorang bercita-cita menjadi seorang analysis programmer, maka dibutuhkanlah sebuah usaha untuk mencapai cita-cita tersebut. Usaha tersebut yaitu sekolah, memperoleh pendidikan baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan luar yang membuat sesorang tersebut memperoleh ilmu tentang analysis programmer.

Kerja keras pada umumnya adalah dasar untuk menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebagai manusia, janganlah kita bersifat malas. Karena dengan kemalasan kita menjadi miskin penegtahuan. Aturlah waktu sebaik-baiknya untuk menyusun kegiatan dimasa datang. Selain usaha dan perjuangan, cita-cita juga harus disertai dengan doa kepada Tuhan.

Dalam bekerja keras, manusia dibatasi dengan kemampuan yang terbatas. Kemampuan tersebut terbatas pada fisik dan keahlian seseorang. Seseorang yang bekerja dengan fisik yang lemah, akan memperoleh hasil yang sedikit, dan keterampilan akan memperoleh hasil yang banyak apanila keterampilan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi.



Keyakinan (BELIEVE)

Keyakinan adalah sifat yang muncul dari hati seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Keyakinan ini dapat di jadikan sebagai motivasi dalam mencapai suatu cita-cita di masa depan. Seseorang yang memiliki keyakinan dalam hidupnya, maka Ia akan semangat dalam untuk mencapai suatu pandangan hidup.

Keyakinan dapat dihubungkan dengan agama, misalnya keyakinan seseorang akan adanya Tuhan dalam hidup mereka. Dalam hal ini keyakinan manusia bermula dari Tuhan, yang dimana pandangan hidup tersebut sesuai dengan ajaran agamanya. Sebaliknya, jika manusia tidak percaya maka seseorang tersebut tidak memiliki keyakinan dalam dirinya.

Seseorang yang memiliki keyakinan kuat dalam hidupnya, Ia akan selalu berusaha untuk membuktikan bahwa apa yang di cita-citakannya akan tewujud dimasa yang akan datang.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar